Siapa yang tidak tahu bir? Salah satu jenis moinuman popular setelah air dan the ini merupakan sebuah minuman yang dihasilkan dari fermentasi bahan berpati. Melalui proses yang disebut proses brewing, bir menjadi salah satu minuman beralkohol dengan kadar yang rendah yang paling banyak digemari. Awalnya bir dubuat dengan bahan dasar gandum, tetapi seiring berjalannya waktu bahan yang digunakan untuk membuat minuman satu ini menjadi bervariasi seperti contohnya bir ginger ale yang terbuat dari jahe. Saat ini dapat kita jumapai banyak jenis bir seperti lager, pilsner, ale, craft beer, dan stout.

Guinness beer, merupakan salah satu merk terpopuler diantara merk beer yang lain. Guinnes sendiri merupakan bir yang berwarna gelap, aroma yang khas, dan rasa yang hampir mirip dengan kopi. Bir ini merupakan bir jenis irish stout atau dry stout yang memang memiliki rasa yang tidak manis atau pahit. Craa pengolahannya juga menggunakan teknik olah brewing. Guinnes dibuat dari berbagai bahan seperti air, malt, barley, ragi, dan hops.

Berbicara mengenai brand ini tentu tidak bisa lepas dari Arthur Guinness, pemilik serta penemu bir Guinness. Pada awalnya Arthur yang baru saja mendapatkan warisan dari ayah baptisnya sebesar seratus poundsterling memutuskan untuk membuka sebuah kedai bir di Leixlip. Kemudian di tahun 1759, Arthur menandatangani sebuah kontrak penyewaan pabrik brewey di Dublin dengan luas sekitar 1,6 hektar selama 9000 tahun. Produk awal yang dihasilkan oleh Arthur merupakan ale dan bir hitam, kemudian Arthur berhenti memproduksi bir ale dan berfokus dengan bir hitam setelah mengalami ekspansi.

Dalam membuat Guinnes beer atau bir guinnes, setidaknya ada tujuh tahap yang perlu dilakukan sebelum menghasilkan bir ini. Tahap pertama yaitu tahap penggilingan barley yang memiliki kadar malt tinggi hingga menjadi grist. Setelah itu, buliran barley telah menjadi grist masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap penggerusan dimana grist yang telah terbentuk diberi air panas yang kemudian disaring dengan penggerus baja. Tahap ketiga setelah penggerusan yaitu tahap pemisahan dimana grist yang tekah digerus tadi dimasukan ke gentong pencampuran yang akan menghasilkan cairan yang disebut wort. Setelahnya, cairan wort didihkan dan ditambah kuntum bunga hops, dicampur hiingga merata, jika sudah didiamakan hingga dingin dan kemudian dilakukan fermentasi dengan menggunakan ragi. Tunggu hingga fermentasi mengalami penyempurnaan dengan cara didiamkan. Setelah bir mendapatkan rasa, warna, hingga aroma yang diinginkan barulah dapat dikemas.

Bir hitam yang diproduksi oleh Guinnes memiliki beberapa manfaat yang baik untuk tubuh, seperti salah satunya yaitu dapat mencegah penyakit jantung. Selain itu, bir hitam juga mengandung antioksidan yang tinggi, asam folat, kandungan serat yang tinggi, kalori tak terlalu tinggi, dan mengandung zat besi. Perlu dicatat bahwa hal ini berlaku jika konsumsi bir tidak melebihi batas yang diperbolehkan yaitu dua gelas untuk lelaki dan satu gelas untuk perempuan. Tak hanya baik untuk tubuh, saat ini banyak masakan yang menggunakan bir hitam sebagai campuran dalam masakan tersebut sehingga menjadi sebuah inovasi yang baru, tak tanggung-tanggung jenis masakan yang dicampur dengan bir Guinnes adalah masakan nusantara hingga jajanan pasar. Sudah jelas bahwa bir ini selain membawa pengaruh yang baik bagi tubuh juga nikmat dikonsumsi secara apa adanya dan nikmat dicampurkan pada masakan tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *